Minggu, 27 September 2015

MANFAATKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA

MANFAATKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA

al-hasyr-18
  1. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Ayat 18 dari surah Al-Hasyr ini sangatlah menarik bagi saya sedari dulu. Bagaimana tidak. Melalui ayatNya, Allah mengajari kita bagaimana seorang muslim melihat waktu. Seruan ini ditujukan kepada umat Islam yang telah beriman untuk bertaqwa yakni menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Keduanya adalah hal yang tidak terpisah dan tidak berdiri sendiri. Jika melakukan kewajiban hamba tidak mungkin melakukan (ma’asyi) atau melakukan larangan. Ini bukan takwa. Kemudian, setelah kita bertakwa, Allah memerintahkan kita untuk mengintrospeksi amal-amal dan perilaku kita dimasa lalu. Apakah penuh amal sholeh atau penuh dengan ma’asyi. Ini semua adalah upaya untuk menyongsong masa depan kita.
Masa depan seorang mukmin bukan terbatas pada dimensi ruang dan waktu duniawi, yang semata adalah pencapaian jabatan, harta yang melimpah, popularitas, dan gemerlap dunia. Tetapi masa depan seorang mukmin adalah proses menuju hari esok, hari kiamat, hari yang dijanjikan kehidupan kekal yang bahagia.
Lalu Allah menekankan kembali agar dalam proses tersebut tetap dalam kerangka takwa (yang diulang 2 kali dalam ayat tersebut). Sesungguhnya Allah maha mengetahui, maha teliti dengan apa-apa yang kita lakukan.
Oleh karena itu, marilah kita sambut hari esok kita dengan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Karena waktu itu bagaikan pedang, jika tidak kita manfaatkan ia akan menebas kita. Dalam Mahfuzhot.
الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل
Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”
Dalam menyongsong esok syaratnya kita mau berubah menuju kebaikan. Beproses dari zona nyaman di rumah misalnya yang penuh dengan fasilitas; hp, internet, televisi, hiburan, makanan yang lezat berubah dengan penempaan kehidupan pesantren yang penuh dengan kesederhanaan, kecepatan bergerak, tekanan untuk belajar, menguasai ilmu jauh dari hiruk pikuk kemeriahan hiburan. Ini dalam rangka Berubah.
Sumber : Tausiyah Shubuh Direktur Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah Hj. Kuni Khairun nisak, Lc., M.S.I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar